Kiat Terampil Jadi Pendengar Yang Baik
Monday, 15 June 2009 | Gentong Ilmu
Keterampilan komunikasi sering secara salah kaprah diartikan hanya sebagai keterampilan berbicara. Padahal ada aspek komunikasi yang juga sangat penting, yakni keterampilan mendengarkan. Sebab kalau semua mau berbicara, lantas siapa yang mendengarkan, apalagi kalau kita sedang dalam pengarahan dan terkena omelan dari atasan.
Keterampilan mendengarkan juga acap dipandang remeh padahal sesungguhnya ada sejumlah aspek kunci yang harus dipelajari agar kita menjadi seorang pendengar yang baik. Mendengarkan secara aktif atau active listening, demikian keterampilan penting yang juga layak dikuasai dalam communication skills. Dengan menjadi active listener yang baik, kita akan mampu membangun ruang dialog yang sehat dan produktif.
Berikut sejumlah kiat praktis yang layak dicermati untuk menjadi pendengar yang baik :
- Memberikan perhatian penuh terhadap pembicara sebagai usaha yang sesungguhnya untuk memahami pokok-pokok penting dari pembicara. Termasuk memberikan perhatian penuh kepada mereka dan gunakan kata-kata pendorong seperti “Ya”, “Aha”, dan “Mmm”.
Hal ini juga termasuk pernyataan secara non-verbal seperti mengangguk, tersenyum, dan bahasa tubuh lainnya. - Melihat ke arah pembicara untuk mengamati bahasa tubuh dan mengambil nuansa pembicaraan.
- Mengajukan pertanyaan.
- Memberikan waktu kepada pembicara untuk mengeluarkan pemikirannya dan membiarkan orang-orang menyelesaikan apa yang mereka katakan sebelum memberikan opini.
- Sebaliknya, berikut tindakan yang sebaiknya dihindari ketika kita sedang mendengarkan pembicaraan orang lain atau mitra bicara kita :
• Menyela
• Terlalu cepat mengambil kesimpulan
• Selalu (dan sering dengan tiba-tiba) mengubah pokok pembicaraan
• Kurang memperhatikan bahasa tubuh
• Tidak merespon apa yang orang lain telah katakan
• Tidak mengajukan pertanyaan dan memberikan feedback
Tips Mendengarkan Ketika Dikritik atau Diberi Saran Perbaikan
Dalam sejumlah kesempatan kita juga kadang mendapatkan umpan balik atau masukan agar kita memperbaiki diri. Masukan ini bisa berasal dari atasan, rekan kerja atau pasangan hidup kita dirumah. Ketika mendengarkan masukan ini, sering kita bersikap defensif dan mudah merasa tersinggung atau sensitif. Sebaiknya kita tidak bersikap demikian ketika mendengar umpan balik.
Berikut sejumlah tips praktis yang layak kita lakukan ketika mendengarkan umpan balik:
- Dengarkan, jangan melawan dan bersifat defensif
- Tetap tenang dan atur nafas
- Biarkan bahasa tubuh anda memperlihatkan penerimaan anda
- Ajukan pertanyaan untuk memastikan bahwa anda telah memahaminya
- Jangan terlalu sensitif, melindungi diri sendiri atau angkuh
- Apakah orang yang memberikan feedback mengetahui tentang apa yang mereka katakan? Informasi lain apa yang anda miliki yang dapat mendukung feedback tersebut?
- Jika anda merasa perlu mengabaikannya, apakah anda memiliki bukti-bukti yang bertentangan dengan feedback tersebut?
Selain itu, kadang kita juga mendengar kritik dari atasan yang disampaikan langsung kepada kita. Apa yang harus Anda lakukan ketika mendengar kritik? Berikut tips praktis yang bisa kita jalankan :
- Pastikan bahwa citra diri anda tetap positif
- Selami maksud pengritik anda sehingga anda mengetahui bagaimana sebaiknya menghadapi informasi tersebut
- Filter kritik yang ada. Kesampingkah emosi dan temukan faktanya. Kemudian anda dapat merespon dengan informasi yang berguna.
- Ajukan pertanyaan sampai anda mengerti apa yang pembicara coba katakan kepada anda
- Jangan menyela. Dengarkan agar anda mengerti
- Fokus ke depan: apa yang dapat anda lakukan untuk memperbaikinya?
Kira-kira apakah Anda bisa melakukan semua hal diatas? Jika Anda bisa, pasti atasan, rekan kerja maupun pasangan hidup Anda justru akan merasa respek dengan Anda. Selamat mencoba. Buktikan dengan action yanga Anda lakukan sekarang juga.
Artikel Gentong Ilmu Sebelumnya
- Dua Pos Pengeluaran
- Belajar Bahasa Inggris Yuk
- Aku Hantar Engkau Hingga Pintu Surga
- Berbagai Masalah Pada Anak
- Mengajarkan Pengendalian Diri Kepada Anak Anda
- Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan Pada Anak
- Sehari Satu Ilmu
- Internet Aman Bagi Anak
- Ibu, Ayah Ajari Aku Al-Quran
- How Can I Be Fluent in English
- What is Bullying
- Bantu Anak Mengelola Rasa Marah
- Metode Mengembangkan Kecerdasan dengan Fun Learning
- Mendadak Guru
- Meaningful Life
